Tips Mendeteksi Gejala Awal Trigger Finger

Pernahkah Anda merasai jari kaku saat sedang mengetik di laptop atau saat menyambut chat via ponsel? Bila bercakap-cakap, coba dicek apakah Anda merasai trigger finger? dr Meirizal Sp, OT (K) Spesialis Orthopaedi & Traumatologi konsultan hand, upperextremity and micro surgery, (extremitas atas, tangan dan mikro) dari RS Siloam Hospitals Groups menjelaskan, penyakit trigger finger yang juga…

Pernahkah Anda mengalami jari kaku era sedang mengetik di laptop atau saat membalas chat via ponsel? Bila iya, coba dicek apakah Anda mengalami trigger finger?

dr Meirizal Sp, OT (K) Spesialis Orthopaedi & Traumatologi konsultan hand, upperextremity and micro surgery, (extremitas atas, tangan dan mikro) dari RS Siloam Hospitals Groups menjelaskan, penyakit trigger finger yang juga bisa dikenal trigger digit atau jari picu adalah suatu kondisi pada jari berupa penjempitan urat atau tendon flexor.

“Kondisi ini menyebabkan rasa sakit, kekakuan, bahkan sensasi mengunci ketika menekuk atau meluruskan jari. Tendon fleksor yang meradang atau pembungkus tendon (pulley A1) yang menebal menjadikan trigger finger, ” katanya, Rabu (21/10/2020).

 

Pada tahap yang lebih lanjut, terang dr Meirizal, trigger finger dapat menyebabkan kekakuan. Munculnya nodul kecil di permukaannya bahkan beberapa kasus jari mampu terkunci dalam posisi bengkok serta memerlukan bantuan untuk meluruskan jari tersebut.

dr. Meirizal pun memberikan tips menjumpai gejala awal. Dia menjelaskan, deteksi awal bisa diketahui adanya mengalami sakit yang melekat di pokok ibu jari atau jari yang lain.

Lalu ada benjolan di sekitar jari, & kekakuan jari, bahkan perhatikan bahana ‘klik’ pada jari, dan kaum kondisi pemicu seperti melakukan kesibukan jari-jari yang bertekanan kuat ataupun berlebihan, juga saat menggenggam wujud terlalu lama.

Deteksi awal lainnya yakni riwayat cedera pada jari dan diabetes, asam urat juga sebagai ciri predisposisi. Gender wanita sedikit lebih beresiko apalagi umur dekade ke empat.

  Baca juga: 5 Gaya Nagita Slavina di Labuan Bajo, Indah Pakai Topi Maria Mercedes!

“Tahapan penanganan meliputi, istirahatkan aktivitas jari, kompres dingin membantu mengurangi benjolan, penggunaan hand splint, konsumsi obat nyeri dan peradangan. Apabila peristiwa tersebut tidak membantu mungkin diperlukan pembedahan kecil lewat menggunakan pembiusan lokal, ” pungkasnya.

(DRM)

Next Post

Awas, 3 Hal Ini Dapat Menyusun Anda Terjangkit Covid-19 Lagi

Thu Oct 22 , 2020
Meskipun hanya ada kecil bukti klinis tentang orang dengan tertular Covid-19 lagi, para sarjana menyarankan bahwa mungkin ada karakter yang bisa terinfeksi ulang Covid-19. Alasan yang mungkin untuk peristiwa ini adalah kenyataan bahwa setelah seseorang sembuh dari infeksi, viral load dalam tubuh berkurang. Di dalam beberapa kasus, pasien yang pulih dapat terus memiliki tingkat virus yang…
Awas, 3 Hal Ini Dapat Menyusun Anda Terjangkit Covid-19 Lagi