Tips Kurangi Asupan Garam: Seleksi Makanan Kuah Bening, Tanpa yang Bersantan

SETIAP orang harus menjaga kesehatan dengan membatasi asupan garam supaya tak berlebihan. Salah satu caranya menetapkan makanan dengan kuah bening ketimbang bersantan. Demikian patuh dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Arti Indira Mgizi SpGk FINEM.

SETIAP orang harus melestarikan kesehatan dengan membatasi asupan garam supaya tidak kelewatan. Salah satu caranya memilah makanan dengan kuah bening ketimbang bersantan. Demikian patuh dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Arti Indira Mgizi SpGk FINEM.

“Pilih kuah bening ketimbang yang menggunakan santan atau bahan-bahan yang menghasilkan lebih kental, ” perkataan dr Arti dalam pembahasan virtual, Kamis 2 September 2021, seperti dikutip dari Antara .

Baca juga: Benarkah Covid-19 Varian Mu Kebal Vaksin?  

Pola Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan asupan garam per hari tidak lebih dari 1 sendok teh atau buat natrium sebanyak 2. 300 mg. Konsumsi garam kelewatan dikaitkan dengan sejumlah masalah bagi kesehatan seperti lagu darah tinggi, risiko stroke yang lebih tinggi, gagal jantung, osteoporosis, kanker perut, dan penyakit ginjal.

Sebuah studi dalam buku harian Circulation pada awal tahun 2021 juga menemukan bahwa kelebihan asupan garam bisa mencegah sel sistem kekuatan bekerja secara normal untuk jangka waktu lama. Karenanya, bisa terjadi inflamasi ataupun peradangan di dalam awak.

Baca juga: Berbagai Manfaat Yogurt untuk Kesehatan, Apa Saja?  

Atas dasar itulah dr Arti dan para pakar kesehatan sepakat mengajukan orang-orang membatasi asupan garam. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan antara asing memilih makanan yang hangat, membatasi penggunaan penyedap cerai-berai menggantinya dengan rempah-rempah.

Next Post

Stunting Terbukti Buat IQ Bujang Jadi Rendah Loh

Sat Sep 4 , 2021
COVID-19 diklaim akan berdampak pada kecendekiaan intelektual (IQ) bayi dengan lahir di masa pandemi. Bukan karena virus Covid-19 yang menyerang ibu hamil, tapi karena tekanan selama di rumah. Para sarjana menganalisis kinerja kognitif sejak 672 anak yang lahir di Rhode Island; sebesar 188 di antaranya jadi di tengah pandemi Covid-19 (setelah Juli 2020); 308 bayi…