Perdata, Cegukan Bisa Jadi Gejala Segar Covid-19!

Penelitian menerjang Covid-19 terus dilakukan banyak sarjana di seluruh dunia. Fakta terbaru mereka menjelaskan, cegukan bisa menjelma gejala baru infeksi Covid-19. Taat laporan The Express, dokter di Cook County Health, Chicago, Illinois, mengungkapkan gejala baru yang ditimbulkan pasien Covid-19 adalah cegukan langsung menerus. Fakta ini ditemukan setelah rumah sakit itu mendapati pasien Covid-19 datang dengan…

Penelitian mengenai Covid-19 terus dilakukan banyak ilmuwan di seluruh dunia. Fakta terbaru itu menjelaskan, cegukan bisa menjadi petunjuk baru infeksi Covid-19.

Menurut laporan The Express , dokter di Cook County Health, Chicago, Illinois, mengungkapkan gejala baru yang ditimbulkan penderita Covid-19 adalah cegukan terus menerus. Fakta ini ditemukan setelah panti sakit itu mendapati pasien Covid-19 datang dengan cegukan selama 4 hari.

Cegukan

Di sisi lain, si pasien tersebut tidak menunjukan gejala seperti hangat, batuk, atau sesak napas. Sungguh, dia hanya mengeluhkan cegukan semasa 4 hari itu. Dari buatan tes darah pun tidak ditemukan gejala medis lainnya.

Baca Juga: Pamer Baby Bump, Alice Norin dan Putrinya Bikin Gemes

Namun, setelah dirawat intensif, pria itu diketahui positif terinfeksi Covid-19 usai melakukan pemeriksaan yang panjang.

“Seorang pria berusia 62 tahun tanpa riwayat keganasan atau penyakit paru datang ke Departemen Perlu dengan riwayat cegukan selama empat hari, ” kata para sinse. “Selain cegukan episodik, pemeriksaan fisiknya ditemukan biasa-biasa saja, ” sambungnya.

Dokter di kian pun menjelaskan bahwa sepengetahuan itu, ini adalah laporan kasus mula-mula dari pasien Covid-19 yang dicirikan dari gejala cegukan berturut-turut di dalam literatur pengobatan darurat.

“Dokter harus menjaga infeksi Covid-19 pada kondisi pasien yang beragam karena pasien datang dengan gejala yang berbeda-beda, ” ungkap dokter.

Loading…

Next Post

Ilmuwan Temukan Masker Tertentu Tingkatkan Efek Terinfeksi Covid-19

Tue Aug 11 , 2020
Para ilmuwan telah melakukan tes kepada 14 jenis masker wajah dan menemukan bahwa kira-kira di antaranya justru dapat memajukan risiko infeksi virus corona Covid-19. Para peneliti di Duke University di North Carolina mempelajari mulai dari alat pelindung yang dimanfaatkan oleh dokter hingga bandana serta masker rajutan.
Ilmuwan Temukan Masker Tertentu Tingkatkan Efek Terinfeksi Covid-19