Pelajaran Daring Timbulkan Masalah Mental Mahasiswa, Apa Masalahnya?

SELAMA pandemi, kuliah juga dilakukan secara daring alias kuliah daring. Namun ternyata kuliah daring juga menimbulkan masalah mental mahasiswa. Psikolog Universitas Brawijaya (UB) Ari Pratiwi mengiakan, jika stres berpotensi menimpa para mahasiswa yang melayani kuliah daring.

SEMASA pandemi, kuliah juga dilakukan secara daring alias kuliah daring. Tetapi ternyata kuliah daring juga menimbulkan masalah psikologis mahasiswa.

Psikolog Universitas Brawijaya (UB) Ari Pratiwi mengakui, jika stres berpotensi menimpa para mahasiswa yang melakukan kuliah daring.

 

“Memang permasalahan tersisih bagi mahasiswa itu tiba dari kecemasan hingga stres, ” kata Ary, melalaikan keterangan tertulisnya saat mengisi Webinar Pelatihan Bimbingan & Konseling Bagi Dosen Penasihat Akademik Batch II, di dalam Senin (23/8/2021).

Disebutkan Ari, faktor akademik contohnya menjadikan mahasiswa mengalami kesulitan atau kurang sahih dalam memahami materi dengan diberikan dosen.

Mengingat, beberapa persoalan berangkat dari hanya menerima pelajaran presentasi power point, belum lagi bila terjadi provokasi koneksi internet bermasalah yang menyebabkan suara teks bermasalah.

“Sehingga kesulitan mencari info tugas & mengikuti, serta banyaknya perintah tidak sebanding dengan minimnya penjelasan dosen, ” ucap dia.

Tatkala itu yang mempengaruhi urusan pribadi di antaranya contoh pikir yang negatif, dan over thinking. Hal itu menyebabkan mahasiswa merasa galau, stres, tertekan, kesepian sebab masalah akademik, kondisi pandemi Covid-19, keluarga, dan yang lain.

Faktor anak pada umumnya dikatakan Ari, berkaitan dengan kondisi anak mahasiswa, seperti terlibat perselisihan permasalahan dengan keluarga dengan tidak diinginkan.

Lingkungan keluarga yang tak mendukung masalah ekonomi atau keuangan karena beberapa orangtua tidak bekerja atau penghasilan meluncur karena Covid-19, serta adanya pola asuh otoriter, berlelah-lelah, dan tradisional sehingga menyusun tertekan.

“Faktor sosial contohnya, tidak dapat berinteraksi dengan orang lain sehingga merasa kesepian terisolasi dan tertekan, mengalami perasaan bosan di rumah terus, serta kurangnya komunikasi secara orang lain, ” bebernya.

Ia menjelaskan, untuk membantu permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa tersedia beberapa tips yang bisa dilakukan oleh dosen advokat akademik.

“Pada intinya mereka hanya mau didengar terkadang dengan kita menjadi pendengar si mahasiswa yang sedang melakukan konseling bisa menemukan permasalahannya tunggal, ” ungkapnya.

Dia menambahkan, dosen advokat akademik harus mampu membentengi rahasia mahasiswa yang penyuluhan dan mendengarkan keluh kesah mereka. Selain itu juga update tren remaja terpaut bahasa gaul dan jalan sosial.

(DRM)

Next Post

Vaksinasi Covid-19 Syarat Sekolah Tatap Muka, Jika Orangtua Tolak Anak Divaksin?

Tue Aug 24 , 2021
SALAH satu syarat agar sekolah tatap muka dapat diselenggarakan ialah semua siswa, guru, & staf sudah divaksinasi Covid-19. Tapi, bagaimana jika orangtua melarang anaknya terima vaksin? Ini tentu menjadi urusan yang cukup dilematis. Mulia sisi si anak ingin sekali belajar langsung pada sekolah, tapi sisi asing sekolah mengharuskan anak memiliki vaksin dulu sedangkan orangtua belum…