Mengintip Indahnya Hutan Tambrauw, Surganya Rumor di Indonesia Timur

Hutan lebat yang menyelimuti Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, jadi kediaman aneka jenis burung endemik & migran. Salah satunya di Klabili. Kawasan ini sekarang mulai dijadikan objek wisata alam dan birdwatching atau pengamatan burung.

Hutan lebat yang menyelimuti Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, jadi habitat aneka jenis rumor endemik dan migran. Salah satunya di Klabili. Kawasan ini saat ini mulai dijadikan objek wisata daerah dan birdwatching atau pengamatan burung.

Taman burung di Klabili masih sangat natural. Infrastruktur pendukung masih minim. Untuk menembus lokasi ini cukup menantang. Butuh 3 jam perjalanan menguraikan hutan dari Kota Sorong, melewati jalan terjal, curam dan berliku. Kiri kanan jalan terdapat jurang-jurang yang dalam. Jalan hanya beberapa teraspal, sisanya seperti medan off road.

Wilayah Tambrauw sangat sering hujan. Jalanan yang tak beraspal bertabur kubangan berlumpur di sana-sini. Jalan ke sana hanya bisa dilewati mobil bermesin 2 gardan. Itu pula masih terseok-seok melewati medan. Jika sopir tak jago kendali, siap-siap terjebak di kubangan.

Lokasi ini bagus dan sangat cocok buat yang suka wisata outdor, petualangan serta merasakan medan yang menantang.

Okezone berkunjung ke Klabili bersama tim Kementerian Wisata dan Ekonomi Kreatif, belum lama ini. Sesampai di Klabili, langsung disambut dengan tarian alen khas suku Moi yang dibawakan mama-mama dan papa-papa setempat.

Mengenakan pakaian adat Moi, mereka menari diiringi nyanyian lembut tanpa musik. Setelah tarian, vlek adat Moi berdiri di kesempatan masuk hutan lalu menggadakan ritual memanggil roh leluhur penjaga alas Klabili. Mereka meminta izin menyelundup hutan.

Sesudah ritual selesai, sekira 7 karakter perwakilan Kemenparekraf didampingi Bupati Tambrauw Gebriel Asem diizinkan masuk ke hutan dengan dipandu seorang guide warga lokal.

Ada sejumlah pantangan bagi pengunjung. Di antaranya dilarang masuk beramai-ramai ke hutan. Sekali masuk tamu dibatasi lima orang dan dilarang berisik. Ini tentu saja buat menjaga kelestarian ekosistem.

“Kalau ribut burung-burung terhambat, dia tidak mau perlihatkan diri, ” kata Sem, tetua adat suku Moi warga Klabili.

Hutan Klabili adalah salah satu habitat burung. Hutannya masih sangat lebat dan asri secara pohon-pohon tinggi menjulang dan hewan terutama burung-burung bermain-main di jarang ranting-ranting. Masuk ke hutan tersebut pengunjung benar-benar bisa merasakan lebur dengan alam.

Baru beberapa puluh meter merembes ke dalam hutan, kita telah bisa melihat ragam jenis rumor terbang atau bersantai di pohon-pohon. Kicauan ragam jenis burung empuk terdengar saling bersahutan di pulih rindang pepohonan.

  Baca juga: 3 Potret Zara Adhisty Liburan di Miring, Seru Banget Sih!

Cenderawasih rendah, cenderawasih 12 kawat sangat barangkali ditemukan di sini. Kemudian kasuari, kakaktua, raja udang, mino, nuri, & lainnya. Sebagian merupakan burung endemik yang hanya ada di pulai ini, ada juga burung migran dari pulau lain.

Selain Klabili, hutan lain yang jadi lokasi birdwatching di Tambrauw ada di Nanggou Besar, sekira 3 jam lagi penjelajahan dari Klabili. Berbeda dengan Klabili yang lokasi pengamatannya rendah, Hutan Nanggou Dua harus mendaki buat melihat burung.

Next Post

Seru dan Menyenangkan, Ini Dia Percobaan Sederhana Tentang Bunyi dan Perkataan

Sat Aug 22 , 2020
Sains akan menyenangkan jika metode pengajarannya tak hanya dengan teori, tetapi juga dengan praktik melalui media yang mengasah kreativitas anak. Eksperimen ataupun percobaan pada sains merupakan kunci utama agar anak lebih mungkin menyerap cara kerja suatu barang.
Seru dan Menyenangkan, Ini Dia Percobaan Sederhana Tentang Bunyi dan Perkataan