Mengingat Peran Komunitas Pariwisata, Wujud di Balik Tumbuhnya Pariwisata Indonesia

Hari Wisata Sedunia atau World Tourism Day diperingati pada 27 September setiap tahunnya. Rujukan ini tentunya ditujukan untuk mendorong perkembangan pariwisata di berbagai penjuru dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Hari Pariwisata Sedunia atau World Tourism Day diperingati di 27 September setiap tahunnya. Peringatan ini tentunya ditujukan untuk mendorong perkembangan pariwisata di berbagai penjuru negeri, tak terkecuali di Nusantara.

Sektor turisme Indonesia terus menunjukkan perkembangannya sejak dulu hingga saat ini. Meski diterpa pandemi Covid-19, hal ini tak langsung membuat para pelaku di sektor ini pun tamat asa. Berbagai cara dikerjakan demi membangkitkan kembali geliat pariwisata.

Selain peran wisatawan, pengelola wisata, dan Pemerintah, tentunya posisi dari komunitas pariwisata yang ada di Indonesia tidak kalah penting dalam pertambahan sektor ini. Berbagai spot wisata, kuliner Nusantara, serta produk kerajinan lokal banyak diketahui oleh masyarakat merata, salah satunya karena karakter komunitas pariwisata.

Nah, karena masih dalam momentum yang spesial, tidak ada salahnya jika kita mengulik lebih dalam menerjang salah satu pihak dengan berjasa pada perkembangan turisme di Indonesia, yaitu masyarakat pariwisata. Berikut ulasannya!

1. Generasi Pesona Indonesia (GenPI)

 

Generasi Pesona Indonesia. (Foto: Instagram genpiindonesia)

Foto diambil sebelum pandemi Covid-19.

GenPI atau Generasi Pesona Indonesia merupakan komunitas yang disusun oleh Kementerian Pariwisata serta Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Publik ini sekaligus bertujuan untuk mempromosikan salah satu rencana wisata yang ada #DiIndonesiaAja, yaitu wisata go digital.

Komunitas yang ada hampir di seluruh provinsi di Indonesia ini resmi dibentuk oleh Kemenparekraf di dalam 6 Agustus 2016 cerai-berai di Bandung. Pada zaman itu, GenPI regional Jawa Barat menjadi komunitas GenPI yang pertama. Kini, komunitas ini telah jauh tumbuh hingga mencakup berbagai wilayah kota atau kabupaten di seluruh Indonesia.

Anggota komunitas GenPI sangatlah beragam, mulai dari fotografer, videografer, blogger, aktivis wisata, hingga netizen yang mempunyai ketertarikan pada dunia pariwisata. Mereka kerap mempromosikan pariwisata Indonesia melalui media baik dan juga secara langsung melalui beragam event yang tersebar di berbagai kawasan #DiIndonesiaAja.

2. Generasi Wonderful Nusantara (GenWI)

 

Generasi Wonderful Indonesia. (Foto: genwi_int)

Foto diambil sebelum pandemi Covid-19 .

GenWI atau Generasi Wonderful Indonesia adalah komunitas yang berisikan anak-anak muda mulai dari mahasiswa dan pelajar, serta awak Indonesia yang ada dalam seluruh penjuru dunia yang berkomitmen mempromosikan pariwisata Nusantara melalui media sosial.

Mereka berkoordinasi buat mengenalkan destinasi wisata, event pariwisata, hingga kebijakan-kebijakan turisme yang ada #DiIndonesiaAja ke mata dunia. Komunitas itu juga telah melebarkan sayapnya mulai dari Singapura, Thailand, Malaysia, Australia, Jepang, Korea Selatan, India, dan masih banyak lagi negara yang lain.

Melalui kekuatan diaspora masyarakat Indonesia dengan berada di luar jati, diharapkan pariwisata Indonesia bisa lebih dikenal dan menjadi yang terdepan di medan internasional. Tak hanya mengenalkan wisatanya saja, tetapi selalu mengenalkan kebudayaan dan halus yang melekat pada kelompok Indonesia ke hadapan dunia.

3. Masyarakat Peduli Pariwisata Indonesia (MAPPAS)

 

MAPPAS Indonesia. (Foto: mappas. or. id/tangkapan layar)

MAPPAS Indonesia atau Masyarakat Ingat Pariwisata Indonesia merupakan suatu komunitas, Lembaga Swadaya Asosiasi (LSM), yayasan, serta koperasi. Diresmikan pada 2001 cerai-berai, MAPPAS Indonesia memiliki arah untuk menginventarisasi kekayaan destinasi pariwisata, mengolah data, dan sekaligus mempromosikan pariwisata Indonesia.

Anggotanya sendiri adalah para pelaku wisata Indonesia, baik yang berada di dalam maupun asing negeri. Anggota MAPPAS berisi dari pemilik usaha ataupun profesional yang berhubungan secara industri pariwisata.

MAPPAS Indonesia juga menaikkan berbagai destinasi wisata dengan ada di Indonesia mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat dikerjakan di destinasi tersebut. Itu juga turut mengenalkan bermacam-macam tradisi dan acara kebudayaan di negeri ini biar dapat dikenal lebih luas.

  4. My Trip My Adventure (MTMA)

 

(Foto: Instagram mytrip_myadvntrindonesia)

Foto diambil pra pandemi Covid-19.

My Trip My Adventure (MTMA) menjadi salah satu komunitas yang juga menawarkan indahnya bentang alam Indonesia ke mata masyarakat luas. Komunitas ini berisikan orang-orang yang hobi dengan wisata petualangan yang aktif serta rutin beraktivitas.

Mereka juga terbilang sebagai generasi yang melek teknologi, sehingga keberadaannya sangat membangun menyebarkan potensi pariwisata di seluruh penjuru Indonesa melalaikan platform digital. T ak hanya itu, berbagai hidden gems pariwisata yang ada #DiIndonesiaAja pun kerap kali dipromosikan oleh MTMA.

Keberadaan komunitas tersebut benar tak lepas dari kegiatan dokumenter wisata bernama My Trip My Adventure dengan tayang di salah kepala televisi swasta. Kemudian, publik MTMA pun sangat digandrungi hingga sukses memviralkan bermacam-macam pesona destinasi wisata Indonesia ke penjuru dunia.

Nah, itulah fakta seputar beberapa komunitas turisme yang ada #DiIndonesiaAja. Tentunya masih banyak komunitas yang lain yang hingga saat ini tak gentar mengenalkan wisata dan budaya Indonesia ke mata dunia.

Keberadaan mereka sangatlah istimewa dan berjasa bagi kemajuan pariwisata Indonesia hingga kini. Lewat beragam aktivitas dengan dilakukan oleh komunitas-komunitas tersebut, semakin menjamur masyarakat yang pelajaran informasi seputar destinasi wisata di Indonesia.

Tentunya, hal ini serupa berimbas baik kepada semesta pekerja sektor parwisata yang ada di Indonesia. Sebab karena itu, Menteri Turisme dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengajak seluruh komunitas pariwisata di Indonesia buat berkolaborasi dan bersama-sama menimbulkan sektor ini, khususnya pada tengah pandemi Covid-19.

“Saya terus memajukan berbagai pihak, juga masyarakat di Indonesia untuk mampu bersama–sama berkolaborasi guna maksimalkan peluang yang ada. Aku mengajak sahabat pariwisata & ekonomi kreatif untuk piawai bersama-sama membangkitkan dan memulihkan optimisme kita, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah-tengah pandemi dan melambatnya ekonomi, ” ujarnya.

Menurutnya, siasat ini menjadi salah utama inovasi dan upaya jelas untuk dapat membangkitkan ekonomi masyarakat, serta pelaku wisata dan ekonomi kreatif pada khususnya. “Di tengah Covid-19 kita harus bahu-membahu agar bangsa ini pulih & bangkit ekonominya. Kita bisa kalahkan Covid dan kita bisa melanjutkan pembangungan” ujarnya.

Pandemi Covid-19 juga menjadi tantangan untuk para pelaku pariwisata serta ekonomi kreatif untuk sanggup terus bertahan. Beragam jalan terus mereka lakukan demi membangkitkan geliat pariwisata & ekonomi kreatif, di antaranya dengan berkolaborasi, berinovasi, dan disiplin mengimplementasikan aspek-aspek #InDOnesiaCARE.

Semangat itu juga bertepatan dengan momentum World Tourism Day dengan jatuh pada 27 September 2021 kemarin. Pada rujukan kali ini, UNWTO ( United Nations World Tourism Organization ) memberikan sorotan penuh terhadap ‘Pariwsata untuk Pertumbuhan Inklusif’.

Pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk memeriksa lebih dalam pariwisata yang ada di dunia. Bukan hanya sekadar angka serta statistik, tetapi juga kedudukan para penggiat pariwisata yang berjasa besar dalam perkembangan pariwisata dunia. Sebab, hingga saat ini jutaan orang di seluruh dunia menggantungkan hidupnya di sektor turisme.

Oleh sebab itu, pada momen Keadaan Pariwisata Sedunia ini, yuk bersama-sama mengapresiasi dan membakar para pelaku pariwisata serta ekonomi kreatif yang benar terdampak pandemi. Diharapkan, pariwisata dapat kembali bangkit & membawa perubahan positif bagi dunia, serta Indonesia di dalam khususnya.

Sementara itu, di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini, tetaplah batasi mobilitas Anda dan sebisa agak-agak untuk berada #DiRumahAja perlu mengurangi risiko penularan Covid-19. Jika harus bepergian ke luar rumah, maka pastikan Anda mematuhi protokol kesehatan tubuh 6M.

Mulai dari mencuci tangan dengan sabun, memakai masker yang benar, menjaga jarak, menghindari keramaian, menghindari makan bersama-sama, serta mengurangi mobilitas. Jangan lupa lakukan vaksinasi Covid-19 agar terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity.

Selama berada pada #DiRumahAja, Anda tak menetapkan khawatir akan merasa jemu. Sebab, Anda juga dapat mengisi waktu luang secara berbagai kegiatan yang seruan dan bermanfaat. Salah satunya dengan mengikuti Pesona Memiliki Kuis atau PUKIS dengan diadakan pada hari Selasa setiap pekannya.

Tak perlu bingung, Kamu hanya tinggal follow akun Instagram @pesonaid_travel dan like unggahan PUKIS terbaru. Kemudian, jawablah pertanyaan yang dikasih melalui kolom komentar, berserakan mention tiga teman Anda agar dapat memeriahkan ujian ini. Beragam hadiah menjadikan telah menanti Anda, oleh sebab itu segera ikutan kuisnya, ya!

Selamat Keadaan Pariwisata Sedunia!

(CM)

(yao)

Next Post

Kanker Rahim Bisa Diobati Kok, Ini 7 Caranya

Wed Sep 29 , 2021
SAMPAI saat ini, pasal kanker memang masih menjadi misteri. Memang, gaya hidup bisa memberikan risiko bunga pada kanker, meskipun ada juga faktor genetis yang memengaruhi. Kanker pun mampu menyerang bagian-bagian tubuh terbatas, laki-laki dan perempuan kendati bisa mengalami kanker dengan berbeda. Pada perempuan, kanker yang biasa menyerang merupakan kanker payudara dan kanker rahim.