Menawan! Pemuda Ini Bikin Permutasi ‘Mata Ketiga’ Solusi Atasi Kecanduan Smartphone

SEOUL semrawut Seorang desainer industri Korea Selatan menemukan inovasi solusi satir bagi orang-orang yang kecanduan smartphone atau disebut “zombie smartphone”. Mereka tak dapat mengalihkan pandangan daripada layar ponsel, bahkan zaman berjalan.

SEOUL – Seorang perancang industri Korea Selatan menemukan inovasi solusi satir bagi orang-orang yang kecanduan smartphone atau disebut “zombie smartphone”. Mereka tidak dapat mengalihkan pandangan dari layar hp, bahkan saat berjalan.

Paeng Min-wook (28) telah mengembangkan bola lengah robot yang dijuluki “Mata Ketiga” yang dapat diikatkan ke dahi oleh pengguna sehingga mereka dapat berjalan tanpa cedera.

Set tersebut, bagian dari susunan seni Paeng yang dikenal “Phono Sapiens”, membuka kelopak mata tembus pandangnya pada setiap kali merasakan kepala pemakai diturunkan untuk melihat smartphone.

Baca Juga: Permutasi Hand Sanitizer Ditampung dalam Gelang, Tinggal Pencet

Saat pengguna berharta dalam jarak satu tenggat dua meter dari kendala, perangkat akan berbunyi bip untuk memperingatkan bahaya dengan akan datang.

“Ini adalah tampilan periode depan umat manusia dengan tiga mata, ” kata pendahuluan Paeng, yang juga seorang pascasarjana dalam teknik pola inovasi di Royal College of Art dan Imperial College, dikutip dari Channel News Asia, Minggu (6/6/2021).

“Karena kita tidak bisa mengalihkan prinsip dari smartphone, mata tambahan seperti ini akan dibutuhkan di masa depan, ” lanjutnya.

Kreasi Paeng ini menggunakan sensor gyro untuk mengukur sudut miring leher pengguna serta sensor uasonik untuk membilang jarak antara mata robot dan rintangan di aliran. Kedua sensor dihubungkan ke mikrokontroler papan tunggal sumber terbuka dengan baterai.

(hel)

Next Post

Kok Lansia Renta Tak Mampu Dapat Vaksin Covid-19?

Mon Jun 7 , 2021
LANSIA menjadi sebagai lupa satu prioritas menerima vaksin Covid-19. Hanya saja, tidak semua lansia bisa mendapatkan vaksin Covid-19, tergantung dari iklim dan kesehatan mereka. Bila nekat, bukan tidak barangkali para lansia tersebut bahkan kehilangan nyawanya. Berdasarkan laporan kasus di Norwegia di dalam pertengahan Januari lalu, membicarakan 33 orang berusia 75 tahun ke atas meninggal setelah menerima…