Masih Dianggap Marjinal, Wamenkes Imbau Masyarakat Dukung Kesejahteraan Lansia

Sejatinya setiap tanggal 29 Mei, Indonesia memuliakan Hari Lanjut Usia Nasional. Di momen ini, bangsa terus diingatkan betapa pentingnya dukungan terhadap lansia supaya mereka tetap produktif, sendiri, dan tentunya sehat.

Sejatinya setiap tanggal 29 Mei, Indonesia merayakan Hari Suntuk Nasional. Di momen tersebut, masyarakat terus diingatkan sungguh pentingnya dukungan terhadap lansia supaya mereka tetap berguna, mandiri, dan tentunya sehat.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono pun mengimbau kepada bangsa untuk terus mendukung kesehatan dan kesejahteraan lansia. Terlebih di tengah masa pandemi Covid-19.

 

“Lansia adalah kelompok sensitif terpapar Covid-19. Dengan menyembunyikan mereka, itu artinya sudah menjaga para lansia tak terpapar Covid-19 yang mampu mengancam nyawa mereka, ” kata Wamenkes Dante di acara Virtual Tour Talkshow Experience yang diselenggarakan Entrasol, Sabtu (29/5/2021).

Wamenkes Dante melanjutkan, selain mendapat dukungan dari beberapa orang, lansia juga diimbau supaya terus menjalankan perilaku segar, salah satunya memastikan nutrisi yang dimakan selalu bergizi baik.

“Dengan asupan nutrisi yang optimal dan pastinya bergizi cantik, kesehatan lansia dapat aman dan menekan berbagai faktor risiko yang dapat menjadikan penyakit tertentu, ” introduksi Wamenkes Dante.

Selain memastikan asupan kudu bergizi, lansia juga sebisa mungkin tetap aktif bergerak, tentunya dengan kadar gerak ringan hingga sedang, sesuai anjuran dokter pribadinya. “Tetap aktif bergerak pun memungkinkan kebugaran tubuh bagi lansia. Dampaknya tentu saja meminimalisir penyakit, ” ungkapnya.

Kemudian, upaya asing yang harus diperhatikan lansia adalah cukup istirahat, tidak merokok dan memastikan nutrisi harian terjaga dan setara.

“Dengan begitu, energi tubuh lansia dapat terjaga, lalu memperbaiki iklim hati, membantu kemandirian fungsional, hingga menjaga sel tubuh tetap bekerja aktif, ” tambahnya.

Secara statistik, jumlah lansia di Indonesia pada 2020 tersedia 27, 08 juta rohani. Diprediksi pada 2025 hendak ada 33, 65 juta jiwa dan pada 2035 ada 40, 19 juta jiwa.

“Pada 2050, Indonesia akan mempunyai lansia dengan jumlah terbanyak di Asia. Dengan sejenis, sekali lagi diingatkan biar terus membantu, mendukung, dan menjaga lansia agar mereka dapat hidup di era tua dengan produktif & sehat tentunya, ” sirih Wamenkes Dante.

(DRM)

Next Post

Mengenal Alea Najla Get This Look! Mahasiswi Pintar yang Bikin Aplikasi Keren

Sun May 30 , 2021
TIGA mahasiswi asal Indonesia berhasil menciptakan inovasi berupa sebuah praktik yang dapat membantu konsumen mencari tren kecantikan sejak aktor atau aktris lantaran film favorit mereka. Tiga mahasiswi tersebut, yakni Alea Najla dari Universitas Bina Nusantara, Veronica Lila lantaran Universitas Prasetiya Mulya, dan Giselza Satya Kusmaharani sejak Institut Teknologi Bandung. Itu pun tergabung dalam Awak Get…