Kisah Haru, Seorang Perempuan Tulis Obituari Anjing Kesayangannya di Koran Lokal

Seorang perempuan bernama Sallie Gregory-Hammet berhasil menarik perhatian para netizen sesudah menulis obituari anjing kesayangannya yg dimuat dalam koran lokal. Aksi yang dilakukan Sallie berhasil menghipnotis banyak orang di media sosial Twitter untuk meneteskan air matanya.

Seorang perempuan bernama Sallie Gregory-Hammet berhasil menarik perhatian para netizen sesudah menulis obituari anjing kesayangannya yg dimuat dalam koran lokal. Aksi yang dilakukan Sallie berhasil menghipnotis banyak orang di media sosial Twitter untuk meneteskan air matanya.

“Saya menyusun obituari untuk anjing saya dikarenakan tentu saja saya melakukannya. Dia adalah anak terbaik, ” terang Sallie, sebagaimana dilansir VT, Rabu (7/10/2020).

 

Sallie yang berasal dri Carolina Selatan menjelaskan bahwa Steve meninggal dunia setelah berjuang selama lima bulan melawan penyakit limfoma. Sekadar informasi limfoma adalah kanker kelenjar getah bening yang menyerang limpa, kelenjar timus dan sumsum tulang.

“Charlie James Gregory-Hammett menyeberangi jembatan pelangi Minggu 13 September dengan damai dalam pelukan ibunya, ” tulis Sallie dalam pembuka orbituari tersebut.

Sallie pun melanjutkan kisahnya saat pertama kali bertemu dengan Charlie. Steve lahir 15 Juli 2013, di Easley, Carolina Selatan.

“Dia meninggalkan kakek-neneknya, empat bibi dan pamannya, dan sepupunya yang disayanginya Kapten. Dia sudah menyusul saudara perempuannya Gracie lalu Scout Gregory yang menyambutnya oleh riang di sisi lain, ” lanjutnya.

Wanita berusia 30 tahun itu kemudian menceritakan bahwa aktivitas favorit anjing kesayangannya itu jalan-jalan, mengumpulkan tongkat, berenang, tersenyum, dan tidur. Steve juga menyukai semua hal yang ada di dalam hidupnya, kecuali tangga. Ia sangat membenci tangga.

Baca juga: India Kembangkan Tes Covid-19 yg Lebih Murah dari Uji Swab di Indonesia

Charlie juga menyukai pantai, naik mobil, pisang, serta kaus kaki. Sallie ingat betapa Charlie ingin sekali pergi ke rumah kakek-neneknya, di mana dapat mendapatkan makanan, mengejar tupai, serta buang air kecil di mana pun.

Next Post

Begini Cara yang Bisa Dilakukan Jawab Turunkan Klaster Keluarga

Thu Oct 8 , 2020
Klaster keluarga pada tengah pandemi Covid-19 makin merusuhkan. Banyak keluarga yang anggotanya terjangkit Covid-19. Oleh karena itu pemerintah berusaha menurunkan risiko klaster puak. Dalam laporan Kemenkes diterangkan terdapat beberapa upaya yang dilakukan Negeri Kota Bogor dalam menurunkan kasus klaster keluarga. Berikut ini langkah-langkahnya:
Begini Cara yang Bisa Dilakukan Jawab Turunkan Klaster Keluarga