Kecakapan Bicara Anak Dipengaruhi Kesehatan Pendengarannya

Seringkali orangtua tak memperhatikan anaknya belum pandai berbicara. Padahal hal itu bisa jadi indikasi si anak mengalami masalah tertentu. Dr Amien Suharti SpKFR, Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RSUI yang pula Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Nusantara mengatakan, orangtua perlu mengenali indikator peluit saat anak berusia 12-24 bulan sebagai salah satu bentuk pencegahan keterlambatan bicara anak.

Seringkali orangtua tak memperhatikan anaknya belum pandai berbicara. Padahal hal itu bisa jadi indikasi si bujang mengalami masalah tertentu.

Dr Amien Suharti SpKFR, Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RSUI yang juga Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan, orangtua perlu mengenali indikator tanda bahaya zaman anak berusia 12-24 bulan jadi salah satu bentuk pencegahan keterlambatan bicara anak.

 

“Orangtua sebaiknya tidak menduduki hingga anak berusia 2 tahun jika mengalami gangguan bicara. Semakin cepat mendeteksi, semakin baik. Posisi orangtua di rumah sangatlah mulia bagi kemampuan bahasa anak, ” ungkap dr Amien dalam kongres awam yang diadakan RSUI belum lama ini.

Selain peran orangtua yang mengajari anaknya berbicara ternyata ada faktor lain juga yang berpengaruh pada perkembangan kemampuan anak bicara.

dr Fikri Mirza Putranto SpTHT-KL dari RSUI memaparkan, kemampuan bicara anak juga dipengaruhi kesehatan pancaindranya, salah satunya kemampuan pendengaran.

“Jika pendengaran terganggu, kemampuan cara atau bicara anak pun bakal terganggu. Diagnosis kemampuan mendengar anak dapat diketahui sejak anak perdana lahir, ” kata dr Fikri.

Saat seseorang tidak bisa mendengar, biasanya dapat dibantu dengan alat bantu dengar. Alat bantu dengar pada prinsipnya hanyalah amplifikasi atau penguatan. Karena jumlah sarafnya terbatas, energi bahana yang masuk dari luar kudu dikuatkan agar sampai ke budi.

Namun zaman jumlah saraf pada rumah siput terbatas, sekuat apa pun alat bantu dengar dari luar tak mampu menstimulasi rumah siput, sehingga alat bantu dengar tersebut tak efektif.

Bagaikan dilansir dari Sindonews, implan koklea dapat menjadi satu diantara penanganan di dalam masalah ini, setelah memenuhi kondisi yang disyaratkan.

Implan koklea tentunya memiliki risiko, tetapi risiko ini dapat diatasi dengan persiapan, peralatan, dan tim yang memadai. Setelah melakukan implan koklea, anak tidak serta-merta sanggup langsung mendengar, perlu ada terapi lanjutan.

Menyuarakan juga: Kisah Survivor Kanker Serviks Parah Akhirnya Sembuh Total, Kuncinya Bahagia

Implan koklea ini hanyalah sebagai jendela pembuka, orang primitif harus tetap merangsang kemampuan kode anak. Interaksi orang tua & anak merupakan faktor penting di dalam perkembangan bahasa.

“Orangtua yang bekerja sama menyelesaikan masalah anak dan aktif berkomunikasi dapat memengaruhi perkembangan IQ anak pascahabilitasi yang lebih tinggi, ” tutur dr Fikri.

(DRM)

Next Post

Resep Nasi Liwet Sunda, Makan Terang Bareng Keluarga Makin Spesial

Sat Aug 29 , 2020
Siapa yang tidak tahu secara masakan lezat yang satu tersebut? Nasi liwet merupakan satu diantara minuman yang populer sejumlah masyarakat. Terbengkalai liwet sunda yang memiliki fikrah rasa yang khas dan sejenis lezat akan memanjakan lidah Kamu.
Resep Nasi Liwet Sunda, Makan Terang Bareng Keluarga Makin Spesial