Benarkah Antibodi Vaksin Influenza Kurangi Keparahan Pengidap Covid-19?

SELALU patuh menerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi Covid-19 merupakan cara agar tak terkena Covid-19. Tetap menerima vaksin rutin lainnya untuk menjaga kesehatan tubuh di masa pandemi saat ini jadi hal yang sangat penting.

SELALU patuh menerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi Covid-19 merupakan cara agar tak terkena Covid-19. Tetap menerima vaksin rutin lainnya untuk menjaga kesehatan tubuh di masa pandemi saat ini jadi hal yang sangat penting.

Salah satu contohnya vaksin influenza, yang biasanya terjadwal satu kali penyuntikan rutin setiap tahunnya. Vaksin jenis ini, diketahui begitu penting untuk kelompok orang lanjut usia dan juga orang yang memiliki penyakit kronik.

 

Jika patuh melakukan vaksinasi influenza, lalu apakah antibodi yang terbentuk dari vaksin ini bisa membantu mengurangi keparahan jika suatu saat positif terinfeksi Covid-19?

Prof. DR. dr Samsuridjal Djauzi, SpPD K-AI, spesialis ilmu penyakit dalam mengatakan, melakukan vaksinasi influenza tidak mengurangi keparahan jika terkena Covid-19. Sebab, sejatinya vaksin dasarnya bersifat sangat spesifik.

“Vaksin itu kan spesifik ya, vaksin influenza ya untuk membentuk antibodi influenza. Enggak bisa untuk Covid-19, hanya untuk antibodi menghadapi influenza, ” jelas Prof. DR. dr Samsuridjal Djauzi belum lama ini.

Profesor Samsuridjal Djauzi memperingatkan, meski di tengah pandemi Covid-19, masyarakat sebaiknya jangan hanya fokus untuk tidak terpapar Covid-19 tapi melupakan faktor lainnya, seperti vaksin influenza.

Vaksin rutin tahunan seperti jenis vaksin influenza sebaiknya jangan sampai telat untuk diulang secara berkala. Dampak jangka panjangnya, juga untuk memudahkan penanganan jika suatu hari positif terinfeksi Covid-19.

“Tentu ada vaksin Covid ini dimanfaatkan sebaiknya, tapi jangan lupa imunisasi vaksin influenza setahun sekali kalau sudah waktunya jangan sampai telat diulang. Biar enggak kena influenza juga Covid-19 kan. Sebaliknya, kalau sudah Covid terus ditambah influenza ini bisa menyuliskan tenaga kesehatan untuk diagnosisnya sehingga sulit untuk ditanggulangi, ” pungkasnya.

(DRM)

Next Post

Anak obat Covid-19 Kerap Alami Rambut Rontok, Jangan Sampai Botak Dini Yuk Obati

Sun Aug 8 , 2021
GETAH PERCA pasien Covid-19 memang menjalani gejala yang berbeda utama dengan yang lainnya. Lengah satu yang biasanya terjadi adalah hilangnya indera penciuman atau yang biasa disebut anosmia. Tapi, belakang sejumlah besar orang melaporkan rambut rontok parah pasca-infeksi Covid-19. Hal tersebut pun juga dilaporkan oleh Konsultan Dermatologis, Aster RV Hospital, J. P. Dr. Sneha Sood. Ia mengatakan, …