Begini Aturan saat Mengenakan Kedok, Terapkan Yuk!

SELAMA pandemi Covid-19 masyarakat wajib mematuhi protokol kesehatan. Biar sudah ada vaksin dan beberapa dari mereka sudah mendapatkan vaksinasi, pakai kedok tetap jadi cara untuk melindungi diri Anda sendiri dan rekan Anda.

SELAMA pandemi Covid-19 asosiasi wajib mematuhi protokol kesehatan. Meski sudah ada vaksin dan beberapa dari itu sudah mendapatkan vaksinasi, pakai masker tetap jadi cara untuk melindungi diri Anda sendiri dan rekan Anda.

Virus menjalar terutama melalui droplet kala orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Karena virus Covid-19 masuk ke pada tubuh melalui hidung, lagak, dan mata, maka penting bagi Anda untuk memakai masker sebagai cara yang tepat untuk melindungi diri dari penyakit menular itu.

Menggunakan kedok pun ada aturannya. Gunakanlah masker dengan tepat bertemu anjuran tenaga medis biar masker dapat berfungsi secara baik untuk melindungi diri Anda dari virus. Melansir Pinkvilla, berikut beberapa hal yang tidak dan dapat Anda lakukan saat mengenakan masker.

 

Hal dengan boleh dilakukan:

1. Gunakan longgar gelang atau tali kedok untuk mengencangkan masker dalam sekitar telinga Anda.

2. Kencangkan ikatan di dasar kepala & tengah kepala Anda.

3. Lepaskan kedok hanya dengan menyentuh pembalut masker dan bukan maskernya.

4. Basuh tangan Anda dengan bubuk dan air atau mengendapkan dengan benar setelah melepas masker.

 

Hal yang tidak boleh dilakukan:

1. Jangan memakai masker di bawah indra atau mulut Anda ataupun meletakkannya di dagu Anda.

2. Tanpa biarkan ikatan terlepas dan menggantung.

3. Jangan memakai masker di leher, dagu, kepala, ataupun lengan Anda.

4. Jangan menyentuh kedok saat Anda sedang keluar atau sering menyesuaikannya tanpa membersihkan atau mencuci lengah sebelum dan sesudah menyentuhnya.

5. Jangan menggunakan masker yang memiliki katup pernapasan, karena sanggup melindungi Anda dari patogen di udara, tetapi tidak akan melindungi orang asing di sekitar Anda sebab napas Anda.

(DRM)

Next Post

Nusantara Disebut Bakal Alami Hiperendemi, Apa Bedanya dengan Epidemi?

Sat Aug 28 , 2021
BEBERAPA masa lalu Indonesia dikabarkan berpotensi mengalami hiperendemi. Hal ini disebabkan kasus covid-19 yang mulai terkendali di Tanah Air. Meski demikian, era ini masih banyak asosiasi yang bingung dengan istilah hiperendemi dan tidak mampu membedakannya dengan epidemi.