Anak obat Covid-19 Kerap Alami Rambut Rontok, Jangan Sampai Botak Dini Yuk Obati

GETAH PERCA pasien Covid-19 memang menjalani gejala yang berbeda utama dengan yang lainnya. Lengah satu yang biasanya terjadi adalah hilangnya indera penciuman atau yang biasa disebut anosmia. Tapi, belakang sejumlah besar orang melaporkan rambut rontok parah pasca-infeksi Covid-19. Hal tersebut pun juga dilaporkan oleh Konsultan Dermatologis, Aster RV Hospital, J. P. Dr. Sneha Sood. Ia mengatakan, …

PARA pasien Covid-19 sungguh mengalami gejala yang berbeda satu dengan yang lain. Salah satu yang biasanya terjadi adalah hilangnya indera penciuman atau yang lazim disebut anosmia.

Tapi, belakang sejumlah gede orang melaporkan rambut tanggal parah pasca-infeksi Covid-19. Hal tersebut pun juga dilaporkan oleh Konsultan Dermatologis, Aster RV Hospital, J. P. Dr. Sneha Sood. Dia mengatakan, rambut rontok bukanlah efek samping yang tidak biasa.

“Ini sebab tubuh telah mengalami gempuran dan ada perubahan kimia dalam sistem saat tubuh mencoba melawan virus, itu dapat menyebabkan kerontokan rambut beberapa minggu setelah pemulihan dari Covid-19, ” sahih Dr, Sneha seperti dikutip Times of India, Minggu (8/8/2021).

Patuh Dr Sood, efek tepi ini akan membaik sesudah beberapa bulan dan ideal pertumbuhan rambut akan kembali normal. Sementara stres tubuh yang disebabkan oleh virus corona adalah salah satu faktor yang menyebabkan rambut rontok, stres mental juga dapat berkontribusi terhadapnya.

1-3 bulan sesudah sakit, rambut yang mengikuti fase telogen sebelum waktunya selama sakit cenderung bersalin kulit untuk membuka jalan bagi rambut baru yang bugar untuk tumbuh. Hal ini menyebabkan rambut rontok lebih dari 100-200 helai bagi hari yang dapat menyusahkan pasien.

“Biasanya rambut rontok jenis itu bersifat sementara dan cenderung normal dalam waktu sekitar 3 -6 bulan. Rambut yang hilang selama periode kerontokan tumbuh kembali dengan kehilangan volume minimal, ” jelasnya.

Tetapi, selama waktu ini istimewa untuk mengidentifikasi faktor mana yang bertanggung jawab atas kerontokan rambut. Rambut bertukar sedang dapat dikontrol di rumah dengan bantuan diet, olahraga, meditasi yoga, rebah yang cukup, dll.

Beberapa bulan sesudah pemulihan, jika Anda berangkat melihat rambut mulai tumbuh, ini adalah tanda kalau tubuh telah menyeimbangkan dirinya sendiri dan pertumbuhan bulu pun kembali normal.

Di sisi lain, Dermatologis, Columbia Asia Hospital Sarjapur Road Dr. Deepa Krishna mengatakan bahwa kerontokan rambut hingga 100 carik per hari adalah normal. Rambut melewati siklus di mana yang merupakan siklus tumbuh dan siklus bertukar.

“Covid-19 atau penyakit virus/demam memaksa lebih banyak rambut ke periode kerontokan karena peradangan serta stres dalam tubuh, yang disebut telogen effluvium, ” jelasnya.

Next Post

Greysia Polii Ungkap Dukungan Suami Sebelum Bertanding: Aku Betul-betul Bersyukur

Mon Aug 9 , 2021
GREYSIA Polii mengungkap kebiasaannya bersama si suami sebelum bertanding. Felix Djimin, suaminya, selalu mendukung dan mendoakan pebulu menentang yang meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 bersama pasangannya, Apriyani Rahayu itu.